NADIKABAR.COM — Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menyebut total korban keracunan MBG mencapai 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh. Dari jumlah itu, saat ini tinggal 7 siswa yang masih diopname di puskesmas.
dr Hexawan merinci, hari ini 81 siswa dibawa berobat ke 3 fasilitas kesehatan. Yaitu 70 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh, 7 siswa di Klinik Pratama Ploso dan 8 siswa di Klinik Asy Syifa Ploso. Dari jumlah itu, 7 siswa saat ini rawat inap di Puskesmas Kabuh.
Sedangkan 175 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh menjalani pengobatan secara mandiri sejak kemarin. Sehingga gejala keracunan yang mereka alami sudah reda, serta pagi tadi bisa kembali masuk sekolah seperti biasa.
"Jadi, totalnya 256 orang. Karena gini, makanannya itu kemarin, mulai kejadiannya dari kemarin. Jadi orang dipikir diare biasa, ternyata dihitung banyak. 256 ini kan masih bergerak terus, apakah ada yang masuk lagi ke Puskesmas atau tidak," terangnya kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Ratusan siswa dan guru tersebut mengalami gejala keracunan, seperti sakit perut, mual, muntah, pusing dan diare. dr Hexawan menyebutnya sebagai gejala intoleransi makanan. Keluhan tersebut dirasakan para korban rata-rata kemarin sore sampai malam.