NADIKABAR.COM — Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN atau US-ASEAN Business Council (USABC) mengeluarkan delapan rekomendasi yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Asta Cita guna mendukung upaya Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Presiden sekaligus CEO USABC, Brian McFeeters, menyampaikan rekomendasi white paper tersebut disusun berdasarkan pengalaman perusahaan anggota, dialog antara USABC dengan Pemerintah sepanjang tahun, serta diskusi Indonesia Business Mission.

"Delapan rekomendasi ini merupakan hasil yang sangat berkualitas dan mencerminkan banyak pemikiran yang matang," kata McFeeters dalam diskusi media di Jakarta, Jumat.

Delapan rekomendasi USABC itu mencakup modernisasi impor, kepercayaan timbal balik atas hasil uji dan sertifikasi, peningkatan kapasitas teknis pemerintah di bidang digital, kepastian regulasi jangka panjang.

Kemudian, USABC juga merekomendasikan Pemerintah untuk melakukan penguatan peran sebagai mitra investasi jangka panjang, memperluas transfer pengetahuan dan kapasitas lokal, menyeimbangkan cadangan devisa dan fleksibilitas reinvestasi, serta mewujudkan komitmen perdagangan.

McFeeters menyampaikan Indonesia tetap menjadi salah satu pasar utama di ASEAN yang diminati perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Bersama Vietnam dan Filipina, Indonesia secara konsisten menjadi tujuan bagi perusahaan anggota USABC untuk menjajaki peluang usaha dan memperluas kegiatan bisnis.

Daya tarik Indonesia didukung oleh potensi populasi muda yang melek digital serta potensi pertumbuhan di sektor teknologi, kesehatan, pendidikan, energi, dan pertanian, katanya.

Kendati demikian, tambahnya, pengusaha AS memerlukan kejelasan dan konsistensi kebijakan Indonesia.

"Pada dasarnya, USABC berupaya mencari cara untuk membangun kepercayaan bersama antara Pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini datang untuk memperoleh keuntungan, tetapi mereka juga berkomitmen mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, mereka membutuhkan kejelasan dan konsistensi kebijakan," ujar McFeeters.

Melalui delapan rekomendasi white paper tersebut, McFeeters menyampaikan USABC dan perusahaan anggotanya berharap dapat terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat iklim investasi, mendorong ekspansi usaha berkelanjutan, serta memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, pekerja, pemasok lokal, dan pelaku usaha Indonesia.

USABC merupakan asosiasi bisnis yang mewadahi lebih dari 175 perusahaan multinasional Amerika Serikat yang beroperasi di berbagai sektor di kawasan ASEAN.