Sementara itu, Fadona mengakui pasangan Indonesia terlalu banyak bertahan ketika menghadapi tekanan dari lawan.

"Mereka bagus, kami hanya bermain bertahan, tetapi kami tidak bisa terus bertahan karena mereka terus menekan kami. Mereka sangat solid dan lebih berpengalaman dari kami," katanya.

Meski gagal meraih emas, Fitriani mengaku tetap bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama Fadona. Medali perak tersebut juga menjadi bagian dari sejarah karena padel untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Asian Games.

"Kami sangat senang mendapatkan perak. Ini pertama kalinya kami tampil di Asian Games, dan kami membuat sejarah karena padel juga pertama kali di Asian Games. Saya sangat bersyukur untuk semuanya," kata Fitriani.

Medali perak Fitriani/Fadona sekaligus melengkapi keberhasilan Indonesia pada nomor padel putri. Pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu setelah mengalahkan wakil Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0.