"Tentu banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu udah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita bisa putuskan kapal itu siap berlayar," tambahnya.

Untuk kondisi fisik kapal, Yoel memastikan layak berlayar. Termasuk surat-surat, baik SPB hingga kelaiklautan kapal.

"Informasi docking, terakhir itu kita lakukan di bulan Februari tahun ini, 2026. Full. Pasti harus. Karena biar memenuhi standar yang ditetapkan," ujarnya.

Mengenai mekanisme penanganan darurat saat insiden terjadi, termasuk aktivasi alarm keselamatan dan penurunan sekoci di kapal. Pihaknya mengaku masih mengumpulkan informasi resmi dari para kru kapal.

"Untuk mekanisme ini, kita masih belum dapat data aslinya. Karena untuk memberikan keterangan, kru kan harus ditanya dulu. Nah, untuk ini mungkin nanti bisa dijawabnya nanti oleh Basarnas. Kalau kami masih dapat data simpang siur, belum bisa memastikan. Tapi langkah baiknya untuk kepastian ini kita diskusikan dengan Basarnas saja," urainya.