Karena itu, Mardiono mendorong penyelesaian konflik lahan pertanian secara berkeadilan, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mendorong akselerasi reforma agraria yang berpihak pada penguatan sektor pertanian.
"Ketahanan pangan tidak akan kuat kalau petaninya tidak memiliki kepastian terhadap lahan yang mereka garap. Karena itu, penyelesaian konflik lahan harus dilakukan secara berkeadilan dan reforma agraria perlu terus dipercepat agar lahan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan produktivitas pertanian nasional," ujar Mardiono.
Menurut Mardiono, penguatan petani, pengembangan kawasan produksi, serta penyelesaian persoalan agraria harus berjalan beriringan. Dengan demikian, pembangunan sektor pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian Indonesia.
"Pemerintah perlu terus membangun sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan agenda ketahanan pangan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya.