NADIKABAR.COM — Pembalap Honda Team Asia Veda Pratama mengatakan tidak terbebani status tuan rumah pada Moto3 GP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
"Tidak ada (tekanan berbeda), ya tambah semangat," kata Veda kepada NadiKabar di sela persiapan menghadapi race day.
Veda menilai persaingan di kelas Moto3 berlangsung ketat karena kompetitif dan menyoroti sektor kedua Mandalika sebagai bagian paling menantang, terutama karena kombinasi kecepatan tinggi dan hembusan angin yang dapat memengaruhi konsentrasi saat melaju.
Menurut dia, karakter motor dan sirkuit menuntut penyesuaian sepanjang sesi. Honda memiliki keunggulan pada kecepatan puncak, sedangkan motor-motor lawan dinilainya lebih kuat di tikungan patah.
Untuk menghadapi debut Moto3 di hadapan pendukung sendiri, pembalap asal Gunungkidul di Yogyakarta itu memasang sasaran realistis, yakni menembus 15 besar atau meraih poin.
Dia yakin mampu mencapai target itu karena berfpengalaman menjajal Mandalika dalam kondisi basah sehingga bisa membantunya menghadapi perubahan cuaca saat balapan nanti.
Berdasarkan statistik penyelenggara, dia akan memulai lomba dari posisi ketujuh setelah tampil kompetitif pada sesi kualifikasi kedua (Q2), Sabtu (10/10).
Veda mengawali rangkaian latihan bebas pertama (FP1), Jumat (9/10), dengan menempati posisi ke-10, kemudian berada di urutan ke-12 pada sesi practice, dengan 1 menit 38,040 detik, yang juga tiket langsung ke Q2.
Saat Q2, pembalap berusia 17 tahun itu membukukan waktu terbaik 1 menit 37,246 detik untuk start di posisi ketujuh, yang menjadi modal positif setelah beberapa seri sebelumnya tidak mendapatkan posisi awal yang cukup bagus.
Moto3 GP Indonesia 2026 meliputi 20 lap pada Minggu pukul 15.00 WITA. Veda menjadi satu-satunya pembalap Indonesia di kelas ini.