"Yang pertama untuk kompetitor kita sekarang sudah merata catatan waktunya. Kalau dulu Indonesia memang diunggulkan, sekarang memang semua negara sudah hampir rata," dia mengungkapkan.
"Seperti China, itu sudah pasti unggulan. Jepang, lalu sekarang kita ada Kazakhstan, dan juga beberapa negara lain yang memang kadang bisa memberikan kejutan. Jadi memang kita harus lebih meningkatkan performa gitu."
"Latihannya memang mungkin ada sedikit penyesuaian kalau menurut saya pribadi gitu. Ya teknik dan fisik, itu yang masih bisa kita upgrade," tambahnya.
Veddriq pun tetap memiliki tekad untuk mengulang kesuksesan di Olimpiade. Meski sudah pernah meraih medali emas di Paris 2024, dia masih ingin menjaga motivasi untuk kembali tampil di pesta olahraga terbesar dunia tersebut.
"Yang pasti tetap menjaga keinginan dan motivasi diri ya. Kita lihat juga di Indonesia saja sudah ketat gitu persaingan. Kayak di China juga lebih ketat lagi, mereka lebih struggle lagi buat bisa mewakili negara gitu," ujarnya.
"Dan saya juga termotivasi lah, apalagi Olimpiade ini kan enggak lama lagi, masih ada jangka waktu lah untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kapasitas diri," ucap Veddriq.