"Tapi pada saat kita perform, kita sedih, karena kita punya saudara-saudara di NTT lagi berduka," ujar Juan.

Kesempatan Juan Reza tampil di Istana ternyata datang cukup mendadak. Dia baru mendapat kabar sekitar empat hingga lima hari sebelum acara berlangsung. Berbeda dengan Juan, Verry Klau mengaku sudah mendapat pemberitahuan sekitar dua minggu sebelum acara.

Perbedaan waktu persiapan itu membuat pengalaman keduanya di panggung Istana menjadi menarik. Terlebih bagi Verry yang untuk pertama kalinya harus tampil di hadapan Presiden.

"Deg-degan sih iya ya, karena ini berhadapan dengan Presiden dan seluruh rakyat Indonesia. Jadi waktu jalan ke depan itu serasa melayang, kakinya kayak tidak sentuh tanah," kata Verry.

Meski sempat gugup, Verry bersyukur mampu mengendalikan rasa tegang dan memberikan penampilan dengan baik.

"Tapi ya lumayan bisa mengendalikan diri dan bisa memberikan pertunjukan seperti kemarin," sambungnya.