NADIKABAR.COM — Film Gasigogi karya sutradara Korea Selatan Lee Hwan-kyung, bakal mengambil latar di Indonesia. Adapun Vino G. Bastian, Pevita Pearce, hingga Faradina Mufti digaet sebagai pemeran utama.
Dalam karya terbaru besutan sutradara film Miracle in Cell No. 7 ini, Vino dipercaya memerankan tokoh utama bernama Jiwa. Ia menjadi seorang ayah berjuang menyelamatkan putranya, Juna, yang mengidap kanker darah.
Hal ini diumumkan Falcon Pictures pada Sabtu (24/10). Selain ketiga nama tersebut, Gasigogi turut dibintangi Altaaf Akavi, Indro Warkop, Dea Panendra, Indra Jegel, Sadana Agung, Irma Novita Rihi, Luisa Adreena, Pritt Timothy, Verdi Solaiman, dan Kiki Narendra.
Gasigogi menjadi proyek terbaru Lee Hwan-kyung setelah menggarap Miracle in Cell No. 7 versi asli Korea Selatan pada 2013 lalu.
Lee menyebut, Gasigogi sebagai kisah tentang pengorbanan seorang ayah demi anaknya. Adapun film tersebut menjadi persembahan khusus untuk putranya.
"Gasigogi adalah kisah tentang Jiwa, seorang ayah berhati mulia yang rela memberikan seluruh hidupnya demi menyelamatkan putranya, Juna, yang mengidap kanker darah," ujar Lee dalam keterangan yang diterima NadiKabar.com.
"Tujuan saya sederhana: saya ingin membuat sebuah film yang begitu jujur dan menyentuh, sehingga ketika kredit film berakhir, hal pertama yang ingin dilakukan penonton adalah menelepon ayah mereka," kata Lee lagi.
Menurut Lee, film ini akan mengangkat nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk keluarga, keyakinan, dan ikatan sosial yang kental di Indonesia.
Ia juga menegaskan Gasigogi bukan sekadar mengulang formula emosional film Korea, melainkan cerita baru yang berangkat dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Judul sementara film ini diambil dari nama dalam bahasa Korea, "gasigogi", yang merujuk pada ikan Stickleback Amur. Jenis ini merupakan spesies ikan dalam famili Gasterosteidae alias Ikan punggung duri.
Stickleback Amur biasa ditemukan di air tawar, payau, dan laut dengan ukuran yang kecil, 6,5 sampai 9 cm. Ikan ini tersebar di Asia Timur, terutama di Semenanjung Korea, Jepang, dan China.
Kebiasaan ikan tersebut, yakni pejantan menjaga telur sendirian setelah betina pergi. Mulai dari mengurus sarang, mengusir predator, menjaga sendirian hingga kelelahan lalu merelakan diri menjadi makanan pertama anaknya sendiri, semua dilakukan oleh pejantan.
Pengorbanan tersebut menjadi metafora kasih sayang orang tua yang rela berkorban demi anak-anaknya, yang diangkat dalam film ini.
Saat ini, Gasigogi disebut masih dalam proses produksi. Falcon Pictures belum mengumumkan jadwal penayangan film tersebut.