Menurut Maruli, duel terjadi dua kali, yaitu pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10). Perkelahian itu kemudian direkam dan disebarkan di media sosial.

Polda Banten kemudian menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mendatangi sekolah yang terlibat. Mereka memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua masing-masing.

"Melakukan koordinasi dengan pihak dewan guru dan orang tua atau wali murid untuk memberikan pembinaan serta pemahaman agar permasalahan tidak berlanjut," ujarnya.