"Perlu kami sampaikan bahwa Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta para guru untuk mengendus-endus makanan dalam konteks narasi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan dalam video tadi," kata Tysa.

Menurutnya, BGN pernah menyampaikan sosialisasi terkait panduan implementasi program Makan Bergizi Gratis. BGN menyebut ada dua hal keterlibatan pihak sekolah dalam program MBG, yakni guru sebagai edukator dan melakukan tes organoleptik.

"Apa itu guru berperan sebagai edukator? Yaitu ketika sebelum murid menikmati menu Makan Bergizi Gratis, guru dapat memberikan edukasi mulai dari jangan lupa mencuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum makan, duduk tertib saat makan, dan sekaligus menjelaskan nilai gizi makanan yang dikonsumsi oleh anak," katanya.

Ia menyebut, guru dapat menjelaskan kepada anak terkait kandungan gizi yang ada di menu MBG tersebut. Misalnya menu makanan ayam mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.