"Harusnya kan ketika kami dicantumkan di satu bagian, kita harus dikonfirmasi dulu. Diizinkan atau tidak, itu urusan kemudian. Tapi titik poinnya itu kenapa tidak transparan," kata Gus Kautsar, Senin (7/9/2026).

Meski telah mencatut namanya, Gus Kautsar juga mengaku hingga kini juga tidak pernah merasa diberikan buku tersebut. Padahal buku telah diluncurkan pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Jakarta.

"Dan sampai detik ini kita juga nggak dikasih buku," tegas pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kediri tersebut.