Fenomena serupa sebelumnya pernah dilaporkan di Kawah Baru Papandayan. Sejak 2025, Badan Geologi mengamati, bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit, disertai berkurangnya asap yang tampak di permukaan.

Menurut Badan Geologi, perubahan bukaan Kawah Manuk tersebut kemungkinan mempengaruhi jalur keluarnya gas panas. Dengan demikian gas keluar melalui rekahan atau bagian dinding kawah lainnya, termasuk di sekitar lokasi nyala yang kini teramati.

"Gas panas yang keluar di area yang mengandung belerang dapat menghasilkan nyala biru," kata Rita.