"Tiba-tiba ada dua cowok nyegat kita. Bilang, 'Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," kata ASN saat dikonfirmasi, dilansir NadiKabar, Selasa (22/9/2026).
Awalnya korban sempat menolak, namun akhirnya bersedia. Keduanya kemudian diminta melakukan pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda dengan konsep yang sama.
"Disuruh take konten itu tiga kali, dengan orang yang berbeda tapi konsep videonya sama semua. Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," bebernya.
Ketika di rumah, ASN mengaku kaget setelah melihat sejumlah konten lain yang menurutnya memiliki pola serupa dan mengandung unsur pelecehan seksual. Hal itu karena bentuk boneka yang dibawa ambigu dengan memiliki ekor panjang yang menyerupai kemaluan pria.