NADIKABAR.COM — Badan Geologi memberi penjelasan terkait informasi beredar di media sosial soal ancaman tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi menegaskan informasi tersebut tidak benar
"Menyikapi informasi yang beredar di media sosial TikTok mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa narasi tersebut adalah tidak benar (hoax)," tulis Badan Geologi di akun media sosialnya, dikutip NadiKabar, Jumat (9/10/2026).
Badan Geologi menerangkan, memang terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 1 detik. Adapun tinggi kolom erupsi tidak teramati.