TPS3R Desa Pererenan beroperasi sejak awal Januari 2026 dengan menyalurkan limbah tersaring melalui saluran khusus di samping bangunan. Selama tiga bulan pertama operasional, pengelola TPS3R tersebut belum menerima keluhan dari para petani di sekitar area persawahan.

"Awalnya limbah dialirkan lewat got yang dibuat cukup tinggi dan disaring agar tidak meluap ke sawah warga. Pihak pengelola juga mencatat tidak ada masalah atau komplain dari petani selama tiga bulan pertama," ujar Yuni.

Yuni mengatakan pengelola TPS3R kemudian menerima masukan dari Pekaseh Desa Pererenan untuk memperketat pengelolaan limbah demi melindungi lahan pertanian. Menurutnya, pengelola akhirnya memutuskan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyedot dan mengangkut limbah secara berkala.