Persoalannya tak sampai di situ. TV layar sentuh itu tak bisa digunakan karena belum tersedia layanan listrik di desa tersebut. Pihak sekolah pernah mencoba menggunakan generator diesel tapi TV tersebut tak bisa hidup karena membutuhkan daya besar.
TV layar sentuh yang terdapat tulisan "Merah Putih" di bagian bawahnya itu kini dibuarkan tak berfunsi di ruang guru yang reyot tersebut.
"Bangunan sekolah ini sangat menyedihkan. Dindingnya terbuat dari bambu. Lantainya dari tanah dan lihat dindingnya sudah berlubang di segala sudut. Sejak berdiri di tahun 2008 SD ini nggak pernah direnovasi sama sekali," kata Alwi.
Menurutnya, siapa pun seharusnya tahu bahwa solusi untuk sekolah itu adalah memperbaiki bangunannya, bukan mengirimkan perangkat canggih.