Namun, meskipun dapat menghasilkan rasa tenang karena efek plasebonya, dr Lahargo mengingatkan bahwa kesehatan mental tidak boleh disederhanakan hanya menjadi lifestyle aesthetic atau gaya hidup semata.

Ear seeds lebih rasional disebut sebagai praktik pendamping yang digabungkan dengan tidur cukup, olahraga, dan latihan pernapasan, bukan sebagai terapi utama.

Pada kasus gangguan kecemasan klinis atau anxiety disorder yang sudah mengganggu fungsi sehari-hari, penanganan utamanya tetap wajib menggunakan terapi yang sudah diakui oleh ahli, seperti Terapi Perilaku Kognitif atau Cognitive Behaviour Therapy (CBT) maupun obat psikofarmaka.

Penggunaan ear seeds secara umum relatif aman, meski pengguna tetap harus waspada terhadap risiko iritasi kulit, rasa nyeri, pusing, hingga biji yang berisiko masuk ke liang telinga.

"Ear seeds boleh menjadi teman relaksasi, tetapi jangan sampai aksesorinya dirawat sementara sumber stresnya dibiarkan," tutupnya.