"Protes bukanlah hal baru di sini. Hal itu terjadi setiap awal tahun ajaran. Janji Republik (tentang kesetaraan), khususnya bagi lingkungan kelas pekerja dan juga wilayah pedesaan, tidak dihormati," kata Bagayoko.
Dia berpendapat pemerintah Prancis seharusnya memprioritaskan investasi di bidang pendidikan dan mengenakan pajak lebih tinggi terhadap para miliarder. Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengatakan bahwa pemerintah akan meninjau tuntutan para siswa dan mengajukan usulan pada akhir Oktober, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pemerintah Prancis mengisyaratkan politisi LFI berada di balik aksi protes tersebut, sebuah tuduhan yang ditampik oleh Bagayoko karena dianggap menghina para pengunjuk rasa muda itu. Sebagai seorang ayah dari empat anak, dia mengatakan 'siswa-siswa SMA yang turun ke jalan itu bisa saja anak-anak saya sendiri, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk mendampingi mereka'.