Menurutnya, Pemko Batam perlu memastikan terlebih dahulu apakah mereka benar merupakan warga Batam, bagaimana mereka bisa berada di Kamboja, serta dalam rangka apa mereka berada di negara tersebut.
"Yang namanya enggak tahu. Datanya tak ada. Makanya video itu juga saya kirimkan ke kementrian luar negeri untuk dipastikan dulu mereka dalam rangka apa di sana," kata Rudi, Jumat (11/9/2026).
Rudi mengatakan penelusuran diperlukan karena informasi yang beredar baru sebatas pengakuan dalam video. Pemko Batam belum menerima data identitas yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan.
"Jalur dia ke sana (Kamboja) bagaimana? Apakah resmi? Terus nama-namanya siapa? Suara kan enggak bisa dideteksi siapa namanya bagaimana," ujarnya.
Pemko Batam juga belum menerima laporan dari keluarga yang mengaku memiliki anggota keluarga dalam video tersebut.Rudi mengimbau masyarakat yang merasa mengenali atau memiliki anggota keluarga yang berada dalam video tersebut untuk segera menyampaikan informasi kepada Pemko Batam.
"Kalau ada yang keluarganya mungkin boleh disampaikan ke kita, biar kita koordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri," ujarnya.