"Kawasan transmigrasi butuh pengembangan. Di sana ada lahan yang membutuhkan sumber daya manusia untuk berinovasi dan berinvestasi," jelasnya.
Kementerian Transmigrasi tidak hanya membuka kesempatan bagi santri dan alumni pesantren untuk berwirausaha. Kementerian yang beralamat di Kalibata, Jakarta, tersebut sejak 2015 hingga 2024 telah menginvestasikan lebih dari Rp 20 miliar untuk membangun Islamic Center, asrama santri, dan masjid di berbagai kawasan transmigrasi, seperti Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, hingga Maluku Utara.
"Infrastruktur fisik telah dibangun, kini saatnya mengisi infrastruktur ekonomi yang digerakkan para santri," tutupnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan yang digelar oleh Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) tersebut, hadir Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Murobby Binnur, Ketua Umum Pessandra S. Muhajirin, Direktur Utama Lembaga Perekonomian Anas Al Hifni, serta ratusan alumni, santri, dan pengasuh pesantren.