Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Volvo, dalam menggandakan pangsa pasar sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Perusahaan, menargetkan margin sebelum pajak meningkat dari 3,5 persen pada 2025 menjadi lebih dari 8 persen.

Tantangan Zellmer bukan hanya memperbanyak produk. Volvo juga tengah menata kembali strategi elektrifikasi dengan memberikan ruang lebih besar, bagi kendaraan hybrid di tengah perubahan permintaan pasar terhadap mobil listrik.

Di bawah kepemimpinan barunya, Volvo juga akan memperdalam kerja sama dengan Geely, perusahaan asal China yang menjadi pemegang saham mayoritas Volvo Cars.

Penggunaan komponen bersama dengan Geely, ditargetkan mencapai 30 persen pada 2030 dan diproyeksikan membantu menurunkan biaya material sekitar 5 persen.