Jika ditutup, pabrik-pabrik tersebut akan menjadi fasilitas Volkswagen pertama di negara asalnya yang ditutup sepenuhnya.
"Jika pabrik ini benar-benar ditutup, Anda bisa memberi tanda hitam besar di peta," kata seorang karyawan yang telah lama bekerja di pabrik Zwickau, Sachsen, kepada kantor berita AFP.
"Pabrik ini, termasuk lapangan pekerjaan di sekitarnya dan para pemasok kami, adalah penggerak seluruh kawasan," katanya.
Terjepit di tim redaksi tarif AS, persaingan dari Cina, dan pertumbuhan permintaan kendaraan listrik, produsen mobil terbesar di Eropa itu tengah menghadapi masalah.
Namun, CEO Volkswagen Oliver Blume menegaskan bahwa keputusan memangkas 100.000 pekerjaan merupakan "sinyal kuat bagi masa depan Grup Volkswagen."