NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X menekankan pentingnya penyesuaian pendekatan dan keselarasan dalam penanganan maupun menghadapi dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

"Hal itu karena tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus berkembang seiring perubahan zaman," kata Sri Paduka saat menerima silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru DIY di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.

Wagub mengatakan tantangan saat ini berbeda dengan periode sebelumnya, antara lain perubahan pola komunikasi melalui media sosial dan karakter generasi muda.

"Kita bersama-samalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namanya belajar, karena semuanya berubah. Penanganan era-era sebelum Bapak, tantangannya berbeda dengan sekarang," katanya.

KGPAA Paku Alam X mengingatkan Yogyakarta dikenal sebagai kota toleransi bukan tanpa upaya, sehingga nilai toleransi perlu terus dirawat melalui kesadaran bersama dan penanganan berbagai persoalan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

"Orang bilang Jogja (Yogyakarta) Kota Toleransi. Tetapi jangan salah, itu diupayakan," kata Wagub.

Wagub mengatakan guna mendukung upaya tersebut perlu adanya prosedur operasional standar (SOP) yang selaras di seluruh jajaran kepolisian, dengan pedoman jelas, penanganan persoalan di satu wilayah diharapkan memiliki acuan yang sejalan dengan wilayah lainnya.

"Pengaturan kegiatan di ruang publik juga perlu mempertimbangkan kepentingan masyarakat agar mobilitas tetap lancar," katanya.

Sementara itu, Kapolda DIY Irjen Pol Langgeng Purnomo mengatakan berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mendukung program pemerintah pusat maupun daerah, serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Dia mengatakan salah satunya penyusunan Peraturan Kapolda mengenai penanganan unjuk rasa di DIY yang akan diselaraskan dengan regulasi Mabes Polri, kebijakan pemda serta kondisi di lapangan, agar jajaran memiliki pedoman dan kesamaan langkah dalam menjalankan tugas.

Kapolda DIY berencana memperkuat pelaksanaan Jaga Warga melalui penyelarasan regulasi dan penyusunan SOP, yang nantinya diikuti dengan program pelatihan.

"Jaga Warga merupakan salah satu modal penting dalam membangun pola pemolisian yang mengedepankan keterlibatan masyarakat," katanya.

Kapolda menegaskan komitmen mendukung upaya pemberantasan narkoba di DIY yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah dan TNI, agar generasi muda terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

"Narkoba ini targetnya zero kan. Sehingga di DIY pun narkoba harus zero," katanya.