Menurut Emil, sebagian pasien sempat menggunakan velbed milik BPBD Sidoarjo. Namun, kebutuhan infus bagi pasien disebut tetap memadai.

"Memang tadi ada yang menggunakan velbet dari BPBD tetapi infusnya memadai. Karena langkah pertama yang diambil oleh pihak rumah sakit adalah rehidrasi. Jadi rehidrasi ini penting kemudian memberikan obat," ujarnya.

Emil juga mengapresiasi pihak pondok pesantren, khususnya kiai, yang telah membantu proses koordinasi dan rujukan para santri ke sejumlah rumah sakit.