NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah menganggarkan Rp2 miliar sebagai bisyarah bagi 2.000 penghafal Al Quran di wilayah tersebut.
"Di Jawa Tengah, kami memberikan bisyarah Rp1 juta bagi santri atau masyarakat yang menuntaskan hafalan 30 juz (Al Quran, red.)," katanya saat penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Jawa Tengah di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam
"Bukan hanya masyarakat Jawa Tengah saja, tetapi seluruh masyarakat yang menghafalkan (Al Quran, red ) di Jawa Tengah," kata Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Ia menyebutkan bahwa pada 2025 terdapat setidaknya 1.041 penerima bisyarah penghafal Al Quran di Jateng.
"Artinya, ada 1.000 lebih para hafiz, hafizah, yang menghafalkan di bumi Jawa Tengah," kata Gus Yasin yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng.
Untuk tahun 2026, kata dia, sejauh ini setidaknya sudah ada lebih dari 1.000 penghafal Al Quran yang menuntaskan hafalannya di Jateng.
"Kami juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren serta memperkuat 5.347 pondok pesantren," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya MTQ Nasional XXXI selama sembilan hari ini dengan baik dan lancar.