NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuding mafia pangan berada di balik tingginya harga ayam dan telur di pasaran. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) membantu Mentan membasmi mafia pangan.

"Komisi III meminta Polri dan Kejagung memberi bantuan penuh kepada agenda Mentan, yang ingin menyikat mafia pangan sampai ke akar-akarnya. Maksimalkan seluruh aspek penegakan hukum, mulai dari pengawasan, pencegahan, hingga penindakan," kata Sahroni saat dihubungi, Jumat (16/10/2026).

Sahroni berharap jangan sampai mafia pangan terus dibiarkan. Sebab, lanjut dia, mafia pangan merupakan hama yang merugikan masyarakat, khususnya petani dan peternak lokal.

"Jangan sampai praktik seperti ini terus dibiarkan dan makin merugikan masyarakat, petani, dan peternak lokal. Karena mereka ini sudah lama jadi hama, domino effect-nya berbahaya sekali bagi ekonomi, mereka memanipulasi pasar," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pemberantasan mafia pangan penting untuk menjaga agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Jangan sampai mafia pangan justru mengalahkan agenda swasembada pangan yang sedang diwujudkan dan dipertahankan oleh Presiden Prabowo. Karena dari yang sudah-sudah, mafia pangan inilah salah satu biang kerok yang merusak harga pasar, mengacaukan keseimbangan pasokan dan permintaan, lalu ujung-ujungnya mematikan petani dan peternak kita sendiri. Maka negara harus hadir memberantas parasit ini," tegas Sahroni.

(Mentan) Andi Amran Sulaiman menuding mafia pangan berada di balik tingginya harga ayam dan telur di pasaran. Ia menilai ada pihak-pihak yang sengaja mempermainkan harga sehingga konsumen harus membayar mahal, sementara peternak justru merugi akibat rendahnya harga jual.

Tudingan tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026. Ia menyoroti kondisi yang dinilainya janggal lantaran harga ayam dan telur di tingkat konsumen meningkat, tetapi ribuan peternak justru menggelar demonstrasi di DPR akibat anjloknya harga di tingkat produsen.

"Ini anomali, Pak. Perlu kami sampaikan. Ini dulu, kalau ini dijadikan kambing hitam dulu, stok tidak ada. Kalau stok tidak ada, harga naik. Sekarang lebih anomali benar. Karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur, itu demo kemarin, karena harga turun. Hancur," ujar Amran dalam rapat di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10).