"Dapur MBG yang terbukti menyebabkan keracunan harus ditutup secara permanen, bukan sekadar dihentikan sementara lalu diizinkan beroperasi kembali. Harus ada konsekuensi nyata ketika kelalaian dalam penyediaan makanan membahayakan kesehatan anak-anak," ucap dia.
Charles juga berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi terhadap program MBG. Dia kembali mendorong agar MBG berbasis sekolah.
"Jangan sampai pemerintah hanya sibuk mengejar jumlah penerima manfaat, sementara persoalan mendasar terkait keamanan pangan terus terabaikan. Tujuan MBG adalah memperbaiki gizi anak-anak kita, bukan justru membuat mereka masuk rumah sakit," tegas dia.
Seperti diketahui, Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mencapai 270 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231 orang merupakan anak-anak, sedangkan 39 lainnya orang dewasa.