Menurutnya, mitigasi tak boleh baru dilakukan saat masyarakat sudah mengalami kesulitan memperoleh air. Peringatan mengenai potensi El Nino dan kemarau panjang seharusnya menjadi dasar untuk menyiapkan sumber air, infrastruktur pendukung, serta skema kedaruratan sejak jauh-jauh hari.
Dia mengatakan hasil peninjauan Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan akan dibawa ke DPR untuk menjadi bahan pembahasan dan pengawasan. Dia memastikan akan terus melakukan pengawasan dan mengawal kondisi di sana.
"Sebagai kader Gerindra di DPR RI, kita mendorong perhatian terhadap kebutuhan dasar tersebut diterjemahkan melalui pengawasan dan langkah konkret bersama kementerian teknis, khususnya untuk memastikan warga tetap mendapatkan pasokan air di tengah risiko perubahan iklim, " paparnya.
"Seluruh masukan dan penjelasan yang dihimpun dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan selanjutnya akan dibawa ke Senayan, " sambungnya.