Ia merujuk pada tradisi musyawarah MPR serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menegaskan keberagaman sebagai sumber kekuatan, bukan ancaman.

Dalam forum tersebut, Rerie memaparkan tiga pilar kolaborasi yang dinilainya krusial. Pemerintah, termasuk parlemen, berperan memberikan kepemimpinan publik dan kebijakan yang melindungi semua pihak.

Dunia usaha menyumbangkan sumber daya, inovasi, dan peluang ekonomi. Sementara itu, masyarakat sipil membawa partisipasi komunitas serta kepercayaan yang menghubungkan institusi dengan rakyat.

"Ketiga sektor ini dapat membantu masyarakat dan memberikan masa depan yang stabil dan damai bagi rakyat," tegasnya.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai investasi perdamaian. Menurutnya, konflik dapat diredakan di ruang kelas, jauh sebelum mencapai meja perundingan. Ia mendorong penguatan kerja sama antarnegara dalam ketahanan bencana, peringatan dini, mitigasi, dan pemulihan.