NADIKABAR.COM — Polri mencatat tren penurunan peristiwa konflik sosial di Tanah Air hingga 37,5 persen. Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat menegaskan jajarannya akan terus memperkuat kehadiran aparat di wilayah-wilayah rawan guna mengantisipasi potensi gesekan antarwarga.
Wahyu menjelaskan, pengamanan di daerah rawan kini dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan pola dialog demi menjaga ketertiban masyarakat.
"Jadi memang pada hakikatnya Polisi ini berada di tempat-tempat kerawanan. Jadi polisi itu memang harus hadir di setiap tempat-tempat yang potensi menimbulkan konflik," kata Wahyu melalui keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Penurunan angka konflik tersebut, kata Wahyu, beriringan dengan pelaksanaan 419 operasi kepolisian di berbagai daerah. Sebanyak sembilan operasi terpusat dilaksanakan di Mabes Polri, sementara 410 operasi lainnya dilaksanakan di kewilayahan oleh Polda-polda di seluruh Indonesia.