Selain itu, kata dia, partisipasi generasi muda dalam komunikasi publik juga diperlukan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan perhatian di media sosial membuat kita mengabaikan etika, menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau merugikan pihak lain," ujar Eric.

Dia pun berharap peserta pelatihan dapat menghasilkan karya jurnalistik yang konstruktif dengan mengangkat cerita inspiratif, kegiatan positif anak muda, persoalan lingkungan, serta inovasi dalam pelayanan publik di Jakarta Pusat.

“Saya harap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk mengembangkan portofolio penulisan digital yang mencerahkan, mulai dari isu lingkungan tempat tinggal, sekolah, hingga inovasi positif di wilayah Jakarta Pusat,” tutur Eric.