Inti persoalannya, menurut ACEM, adalah sebagian besar rumah sakit dan UGD tidak dilengkapi secara memadai untuk menangani lonjakan kebutuhan akibat penuaan populasi Australia.
Pada 2023-24, jumlah warga lanjut usia yang datang ke UGD naik 16 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya, sementara untuk pasien yang lebih muda kenaikannya empat persen, menurut laporan ACEM.
Dibandingkan dengan periode yang sama, jumlah warga lanjut usia yang menunggu lebih dari 24 jam di UGD melonjak dari 15.084 menjadi 53.510, atau naik 3,5 kali lipat.
Laporan itu menyoroti pemodelan Biro Statistik Australia (ABS) yang memproyeksikan kenaikan 411 persen jumlah orang berusia 85 tahun ke atas yang datang ke UGD dari 2010 hingga 2050.
ACEM menemukan meskipun pasien yang lebih muda juga menunggu lebih lama di UGD, proporsi warga lanjut usia yang menunggu lebih lama jauh lebih besar, dan kesenjangannya terus melebar.
Jumlah pasien lanjut usia yang menunggu di UGD lebih dari delapan jam meningkat di setiap yuridiksi, kecuali Kawasan Ibu Kota Australia (ACT), menurut perbandingan data 2018-19 dengan 2023-24.
Presiden ACEM, Peter Allely, mengatakan tekanan pada sistem perawatan lansia kini merembet ke unit gawat darurat.
"Layanan darurat akan datang terlambat bagi banyak warga Australia kecuali jika masalah serius ini ditangani segera," katanya.
Dr Allely mengatakan penuaan populasi merupakan bukti kemajuan di bidang kedokteran, tetapi ia memperingatkan sistem kesehatan Australia belum siap menghadapinya.
"Pada 2030, diproyeksikan hampir satu dari lima warga Australia akan berusia 65 tahun ke atas," katanya.