NADIKABAR.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar menggelar aksi protes usai anggaran hibah yang tak kunjung turun. Massa aksi yang terdiri dari pengurus dan atlet dari seluruh cabang olah raga itu meminta Wali Kota Blitar agar segera mencairkan anggaran hibah itu untuk operasioanal.

Pantauan NadiKabar, aksi ini digelar di depan Kantor DPRD Kota Blitar sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.25 WIB. Ratusan massa aksi memadati lokasi dan menyuarakan aspirasi. Tujuannya agar Wali Kota yang tengah hadir pada rapat paripurna itu menemui massa aksi. Namun, hasilnya nihil.

Massa melanjutkan aksinya dengan long march dari Kantor DPRD Kota Blitar menuju Kantor Wali Kota Blitar. Peserta aksi berjalan kaki sambil membentangkan poster tuntutan hingga keranda. Hal itu sebagai symbol matinya aktivitas atlet olahraga di Kota Blitar.

Salah satu atlet, Ayu Kamiliya mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi untuk keperluan operasional. Seperti untuk event perlombaan dan biaya lainnya. Adapun biaya yang dikeluarkan atlet yakni sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 1,2 juta untuk operasional di ajang Kejurnas.

"Bulan kemarin kami iuran sekitar Rp 400 ribu per atlet, untuk event pertandingan voli. Kejurnas kemarin sempat iuran Rp 1,2 juta, yaitu mungkin untuk operasional kendaraan dan makan kami juga. Padahal kami juga banyak prestasi, juara 2 di Kejurprov dan masuk sampai Kejurnas," terangnya kepada NadiKabar, Senin (7/9/2026).

Ayu menyebut iuran untuk keperluan operasional cabor baru terjadi tahun ini. Menurutnya, hal itu karena cabor tidak mendapatkan anggaran dari KONI. Sementara KONI belum menerima anggaran hibah dari Pemkot Blitar.