NADIKABAR.COM — Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengajak mahasiswa menjadi pelopor persatuan di kampus dengan mengedepankan sikap kritis, menghargai keberagaman, dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

“Saya mengajak para mahasiswa untuk menjadi pelopor persatuan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Agar jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” kata Arifin saat menghadiri Dialog Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan di Jakarta, Selasa.

Arifin mengatakan mahasiswa perlu mengedepankan budaya berdiskusi, berpikir kritis, menghargai keberagaman dan mencari solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

Menurut dia, penguatan ideologi dan karakter kebangsaan menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang menjadikan Pancasila sebagai nilai dalam kehidupan, wawasan kebangsaan sebagai cara pandang, serta karakter yang kuat sebagai modal menghadapi masa depan.

“Saya percaya dengan mahasiswa yang berkarakter kuat, berwawasan kebangsaan, dan memiliki semangat kolaborasi, kita dapat membangun lingkungan Jakarta Pusat yang semakin harmonis, aman, toleran, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Kasuban Kesbangpol Jakarta Pusat Rachmat Hidayat mengatakan dialog tersebut diikuti 100 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jakarta Pusat.

Rachmat mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, kegiatan tersebut mendorong peran aktif generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

"Mendorong peran aktif generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat ketahanan ideologi bangsa," ujar Rachmat.

Diketahui, dialog menghadirkan Penanggung Jawab Tim Kerja Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum Kemendagri Bangun Sitohang dengan materi “Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan Bagi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045” serta Dina Kristina dengan materi “Bijak Bermedia Sosial dengan Karakter Kebangsaan”.