Menurut dia, pendidikan kepramukaan berperan membentuk karakter, melatih ketahanan fisik dan mental, serta menanamkan kecintaan terhadap tanah air.

Arifin pun menilai tantangan pemuda saat ini tidak lagi berupa perjuangan melawan penjajahan, tetapi menghadapi ketidakpedulian sosial, perpecahan akibat disinformasi, kemerosotan moral, perundungan, penyalahgunaan obat terlarang, dan persoalan lingkungan.

Untuk itu, dia menyampaikan lima pesan kepada pemuda dan anggota Pramuka di Jakarta Pusat, yakni menjadi perekat persatuan, menguasai ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi, memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta menjaga integritas diri.