NADIKABAR.COM — Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengajak ulama berperan menjaga moral generasi muda di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman.

"Ulama memiliki peran penting dalam menyongsong era ini, dalam menjaga moral di tengah derasnya arus globalisasi," kata Arifin saat membuka Rapat Kerja (Raker) Daerah I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Pusat, Jumat.

Arifin mengatakan, peran tersebut dapat dilakukan melalui edukasi dan tausiah kepada masyarakat, termasuk mengingatkan generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Ia meminta para ulama turut mengedukasi masyarakat melalui masjid, khotbah Jumat, maupun di luar tempat ibadah terkait bahaya penyalahgunaan obat Tramadol.

"Kita jangan pernah berhenti untuk menjaga warga kita agar tetap sehat, waras, dan tidak terkontaminasi dengan obat-obatan terlarang," ujarnya.

Arifin mengatakan bahwa Jakarta akan memasuki usia lima abad pada 2027.

Menurut dia, momentum tersebut bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi panggilan sejarah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

Dia berharap Raker Daerah I MUI Kota Jakarta Pusat dengan tema "Menguatkan Peran MUI Kota Jakarta Pusat Membangun Kemaslahatan Umat Menuju 5 Abad Jakarta" dapat menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Jakarta Pusat KH Robi Fadil Muhammad mengatakan raker tersebut menjadi wadah untuk menghasilkan ide dan gagasan agar MUI semakin memberikan manfaat bagi umat serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

"Kita semua sepakat apa yang bermanfaat bagi umat maka umat akan mengingat selalu. Oleh karenanya, MUI Jakarta Pusat ke depan harus memperbanyak kerja bagi masyarakat," kata Robi.