NADIKABAR.COM — Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menekankan pentingnya peran lurah dalam menyadarkan masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya di masing-masing wilayah.

"Peran lurah sangat penting untuk menyadarkan masyarakat dalam pengurangan sampah di wilayahnya. Saya berharap para lurah punya berbagai strategi untuk bisa mengolaborasikan penanganan sampah, baik yang sifatnya organik maupun nonorganik," kata Arifin saat membuka evaluasi pemilahan dan pengolahan sampah di Jakarta Pusat, Rabu.

Arifin menegaskan, lurah perlu terlibat langsung dalam memastikan pemilahan dan pengolahan sampah berjalan di lingkungan masyarakat, termasuk dengan meninjau pengelolaan sampah dan bank sampah di wilayahnya.

Keterlibatan lurah diperlukan agar upaya pengurangan sampah tidak hanya terlihat dalam laporan, tetapi benar-benar diterapkan oleh masyarakat.

"Saya ingin konkretnya, faktanya, realitas, data pengolahan dan pemilahan sampah benar-benar terjadi di masyarakat. Nanti, saya akan melihat sendiri ke tiap wilayah," ujarnya.

Arifin menyampaikan, keberhasilan pemilahan sampah dari sumber dapat dilihat dari meningkatnya jumlah sampah anorganik yang masuk ke bank sampah.

"Kalau semua wilayah sudah berjalan pemilahan, maka jumlah sampah anorganik lebih banyak yang masuk ke bank sampah. Kalau masih sama berarti tidak jalan," katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi mengatakan upaya pemilahan sampah dari sumber turut berkontribusi terhadap penurunan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Ia menyebut rata-rata pembuangan sampah dari wilayah Jakarta Pusat pada Januari 2026 mencapai 886 ton per hari. Angka tersebut turun menjadi sekitar 670 ton per hari pada September 2026.

"Pada bulan Januari 2026 rata-rata per hari 886 ton, sejalan dengan upaya pemilahan sampah Jakarta Pusat di bulan September sebanyak 670 ton per hari, ada pengurangan 200 ton per hari," kata Slamet.

Dia juga mengapresiasi camat, lurah, RT, RW, dan BPS RW yang telah melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumbernya.

"Mari terus meningkatkan pengelolaan dan pemilahan sampah supaya konsistensi kita bisa terus berjalan," ujarnya.