Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan IMT-GT.
Tito menegaskan bahwa IMT-GT yang dibentuk pada 20 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia, telah menjadi salah satu bentuk penting kerja sama ekonomi subregional yang mendorong pertumbuhan ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat.
Namun, menurut Tito, kerja sama tersebut ke depan harus menghasilkan manfaat yang lebih konkret.
"IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat."
Tito juga menekankan pentingnya menerjemahkan berbagai kesepakatan menjadi tindakan nyata.
"Bagaimana kita mengubah keputusan menjadi kenyataan? Bagaimana kita membuat berbagai kesepakatan benar-benar diwujudkan dalam tindakan?"
Menurutnya, Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki potensi besar untuk membangun kerja sama yang lebih kuat. Khususnya Pulau Sumatera, yang memiliki kekayaan sumber daya alam, potensi pertanian dan perkebunan, serta sumber daya manusia yang besar.
Tito juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kerja sama dengan Malaysia dan Thailand melalui berbagai bentuk kemitraan, termasuk sister city dan sister province.