"Tidak ada kata 'enjoy' dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis," kata Ratu Dewa kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

"Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat," sambungnya.

Ratu Dewa mengatakan dirinya memahami kekhawatiran masyarakat, terutama akibat kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas warga, termasuk anak-anak.