NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam selama 14 hari ke depan. Keputusan ini diambil menyusul insiden kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Jebres, sejak Rabu (2/9) malam.
Dari pantauan NadiKabar pukul 21.36 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan si jago merah. Api masih terlihat membara di TPA Putri Cempo di blok B, C, dan D.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan bahwa penetapan status darurat ini diputuskan setelah pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kajian di lapangan, fakta-fakta risiko, serta perkembangan penanganan yang telah berjalan dua bulan terakhir dengan pengetatan ekstra. Pihaknya juga menggelar rapat koordinasi bersama dinas-dinas terkait.
"Maka hari ini kita tetapkan tanggal 3 September tahun 2026 terkait hasil uraian beserta evaluasi kajian dan fakta-fakta di lapangan dan risiko, kita tetapkan tanggap darurat bencana alam selama 14 hari terhitung dari mulai tanggal hari ini hingga ke depan," kata Respati menyampaikan hasil rapat koordinasi di TPA Putri Cempo, Kamis (3/9/2026) malam.
Respati merinci, dalam operasi penanganan darurat ini, Pemkot Solo mengerahkan kekuatan penuh dengan bersinergi bersama lintas instansi. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak kecamatan, kelurahan, Satpol PP, UPTD TPA Putri Cempo, hingga jajaran Polda Jateng, Polresta Surakarta, dan Korem yang telah berjibaku sejak malam pertama kejadian.
Setelah ditetapkan tanggap darurat bencana, proses pemadaman akan dilakukan menggunakan water bombing dari Polda Jateng.
"Dan kita coba besok pagi cuaca terang akan kita coba langsung dengan water bombing. Untuk itu bantuan dari Polda Jateng," ucapnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman di area gunungan sampah yang mencakup Blok B, C, dan D, kekuatan personel di lapangan akan ditambah dari Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tenaga tambahan ini datang dari unsur TNI, Polri, serta elemen relawan termasuk SAR UNS.
"Tadi juga ada bantuan dari Kabupaten Semarang, dari Kota Semarang, dari High Pressure, dari Kabupaten Klaten, dan seluruh jajaran Damkar di Jawa Tengah yang membantu, saya ucapkan banyak terima kasih, matur nuwun sangat," jelasnya.
Respati menyebut jangkauan jarak menjadi kendala pemadaman api di TPA Putri Cempo. Untuk itu, proses pemadaman dilakukan melalui udara.
"Jarak jangkauan dari rekan-rekan Damkar tidak mencapai. Tapi saya rasa dengan gotong royong, dengan kebersamaan dengan seluruh stakeholder, penambahan personel ini insyaallah secepatnya akan selesai," terangnya.
Dengan situasi ini, Respati juga mempertimbangkan sekolah-sekolah yang terdampak dilaksanakan pelajaran jarak jauh atau libur sementara.
"Ya, tentunya nanti akan kita sesuaikan tanggap darurat, kita lihat kondisinya apabila memang perlu diliburkan sementara akan kita liburkan sementara," pungkasnya.