NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa pentingnya keterpaduan langkah dalam menerapkan hasil riset untuk kesejahteraan di kawasan pesisir.
"Pengembangan teknologi seperti padi varietas Biosalin dan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar (Petasol) oleh BRIN bersama PGN harus benar-benar menyasar komunitas yang tepat agar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan," katanya di Batang, Jawa Tengah, Jumat, saat rangka panen padi Biosalin dan ujicoba petasol untuk alat mesin pertanian.
Menurut dia, pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar (Petasol) menjadi solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik laut sekaligus menjawab kebutuhan BBM non-subsidi untuk operasional alat berat seperti mesin panen padi.
Terkait panen padi Biosalin di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang itu Hanif meminta hasil panen padi biosalin di Kabupaten Batang tidak langsung dibawa ke penggilingan tetapi dikembangkan sebagai sumber benih padi tahan salinitas.
Menurut Hanif, pengembangan benih menjadi salah satu hal yang perlu segera diperhatikan karena varietas padi biosalin agritan 1 dan biosalin agritan 2 masih tergolong baru dan jumlah benihnya terbatas.