Menko AHY menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas permukiman.
Penataan kawasan seluas kurang lebih 5 hektare itu dilakukan melalui pendekatan 3M, yakni mundur, munggah (naik), dan madhep kali atau menghadap sungai. Melalui konsep tersebut, rumah-rumah warga yang sebelumnya membelakangi sungai kini ditata menghadap aliran air (riverfront), sehingga menciptakan lingkungan yang lebih terbuka, sehat, dan nyaman.
Menurut AHY, pendekatan tersebut tidak hanya memperbaiki estetika kawasan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi udara, menurunkan risiko banjir, serta menghadirkan ruang terbuka yang lebih baik bagi masyarakat, terutama anak-anak.