NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong asesmen kebutuhan kampus ramah disabilitas untuk pendidikan tinggi inklusif guna membuka peluang kontribusi mereka bagi kemajuan ilmu pengetahuan

"Kesempatan dan akses bagi penyandang disabilitas bukanlah kebutuhan penyandang disabilitas semata. Dunia juga membutuhkan akses tersebut agar potensi dan pemikiran mereka dapat berkembang," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia mencontohkan ilmuwan Stephen Hawking yang tetap menghasilkan karya ilmiah penting meskipun menghadapi disabilitas.

Menurut dia, dukungan aksesibilitas memungkinkan potensi individu berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.