Pembinaan menuju WorldSkills ASEAN, WorldSkills Asia, dan work skill internasional dianggap harus dilaksanakan secara terencana dengan mempertimbangkan hasil selektif kebutuhan setiap pihak negara dan persyaratan yang berlaku.
βKeberhasilan membangun talenta unggul tidak dapat dibebankan hanya kepada para peserta. Di balik kompetitor yang berprestasi, terdapat instruktur yang berdedikasi, lembaga pelatihan yang berkualitas, fasilitas yang memadai, serta ekosistem yang mendukung proses pembelajaran yang baik,β ucap dia.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi.
Dalam hal ini, pemerintah dinyatakan menyediakan arah kebijakan dan mendorong penguatan sistem pelatihan, lembaga pendidikan, dan pelatih mengembangkan kemampuan peserta. Dunia industri memberikan masukan mengenai kebutuhan keterampilan dan perkembangan teknologi. Sementara itu, asosiasi, profesi, dan seluruh mitra turut memperkuat standar serta relevansi kompetensi yang kita miliki.
"Kolaborasi yang kuat akan membantu memastikan bahwa pengembangan keterampilan tidak berjalan secara terpisah, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan tenaga kerja nasional," kata dia.