Pengembangan ekonomi budaya juga membuka peluang bagi pelaku industri kreatif untuk mengolah narasi sejarah, tradisi, dan pengetahuan lokal menjadi karya yang dapat dinikmati masyarakat luas.

"Bagaimana agar kebudayaan ini dapat menghasilkan ekonomi budaya atau kekayaan intelektual (intellectual property atau IP) baru, cerita baru, IP merchandise baru, IP makanan baru, misalnya. Nah, ini semua disimpan luar biasa oleh teman-teman ANRI, bagaimana agar arsip-arsip kita ini menjadi Memory of the World," ucap Giring.

Melalui pendekatan itu, pelestarian budaya diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.