NADIKABAR.COM β Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan bahwa ia menyukai batik sogan bermotif parang, sedangkan sang istri Cynthia menggemari batik prada yang mereka kenakan dalam berbagai kesempatan.
βSaya memang lebih suka batik itu yang sogan, yang benar-benar senatural mungkin,β ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Sementara soal motif, Giring menyukai pola batik parang yang besar-besar, ia kerap mengenakannya saat acara-acara yang bernuansa santai atau kasual.
"Ini salah satu batik favorit saya,β ujarnya seraya menunjukkan batik yang ia kenakan.
Tak hanya itu, batik tiga negeri khas Lasem serta batik nitik khas Yogyakarta juga menjadi batik andalannya.
Melihat perkembangan masa kini, Wamen Giring mengakui bahwa ia turut bangga akan kekayaan wastra nusantara yang mulai digemari anak muda serta seniman batik juga mulai berkembang bahkan menjadi street wear.
βBanyak seniman-seniman batik, brand-brand batik yang mulai kontemporer,β tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, sang istri yakni Cynthia yang turut mendampinginya mengenakan setelah blazer serta rok batik prada.
Ia juga menyukai batik sekar jagad yang bermotif floral.
Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi pada 2009.
UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan yang diakui dan dimasukkan dalam Daftar Representatif sebanyak 76 mata budaya.
Masuknya Batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat.