"Masalah kesehatan ini bukan hanya masalah dinas kesehatan, tetapi kita bicara pentingnya kolaborasi semuanya," katanya.
Menurutnya, persoalan TB tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pengobatan TB membutuhkan waktu beberapa bulan. Apabila pasien merupakan kepala keluarga, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan mencari nafkah sekaligus berdampak terhadap anggota keluarga yang mendampingi selama masa pengobatan.
Oleh karena itu, Wiyagus menekankan pentingnya penanganan TB masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Kota Banjar, kata dia, telah memasukkan persoalan kesehatan, termasuk TB, dalam dokumen perencanaan daerah hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).