NADIKABAR.COM — Pendekatan geokultural, multiaktor, dan kodeterminatif dinilai penting dalam mewujudkan pembangunan Papua yang damai, bermartabat, dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan, pembangunan di Tanah Papua harus memperhatikan karakteristik sosial budaya, kondisi geografis, serta kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Hal itu disampaikan Ribka saat menghadiri Seminar Nasional Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) bertema "Pendekatan Geokultural, Multiaktor, dan Kodeterminatif dalam Mewujudkan Pembangunan Papua yang Damai, Bermartabat, dan Berkelanjutan" di Bandung, Jawa Barat pada Selasa (3/11).

Ribka menegaskan bahwa perdamaian merupakan harapan utama masyarakat Papua.

"Masyarakat Papua menginginkan ada perdamaian," ujarnya.

Pendekatan geokultural penting karena Papua memiliki keragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial yang perlu dipahami dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sehingga, pemahaman terhadap karakteristik masyarakat setempat menjadi kunci agar kebijakan dan program pembangunan dapat diterima serta menjawab kebutuhan warga.