Menurutnya, komunikasi publik perlu didasarkan pada pemahaman terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah dapat disampaikan secara relevan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Bima mengingatkan, pemahaman terhadap masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi dua arah, baik melalui media digital maupun interaksi langsung. Hal ini penting untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

"Bagaimana caranya? Dialog, komunikasi, silaturahmi, networking, jejaring, dan lain-lain. Karena dunia ini tidak hanya selebar layar gadget kita," katanya.

Bima menegaskan, kepercayaan publik adalah fondasi kehumasan. Kepercayaan harus dibangun melalui konsistensi nilai, keteladanan, serta keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.